Senin, 13 Februari 2012

Paket coklat Plus kondom Beredar di Minimarket!

Cokelat + Kondom
Suara Pembebasan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Pemerintah menarik paket coklat valentine yang berhadiah kondom. Paket tersebut dijual secara bebas di sejumlah supermarket dan minimarket di kota besar.

“Saya baru menerima laporannya baru berapa jam yang lalu, itu ditemukan di beberapa daerah, seperti di supermarket di Jakarta Selatan, Geger Kalong Bandung, Depok, Medan, Manado. Saya mau membuat surat edaran kesemua instansi terkait, seperti pemilik supermarket dan pemda,” ujar Sektretaris KPAI M Ikhsan, Ahad (12/2/2012) dikutip liputan6.

Masyarakat masuk ke Kantor KPAI mengadukan adanya paket tersebut. Menurut Ikhsan, paket valentine tersebut dikhawatirkan akan dijadikan jembatan ajang seks bebas dikalangan remaja. “Karena valentine dirayakan remaja, ya anak SMP, SMA, bahkan SD. Biasanya meraka akan saling berbagi paket, sama aja menyuruh melakukan seks bebas. Dikhawtirkan jadi ajang seks bebas,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam rangka memperingati hari valentine 14 Februari besok, telah tersebar produk paket coklat dengan kondom dalam satu bingkisan. Paket tersebut dijual bebas di beberapa daerah di kota-kota besar di Indonesia.

Paket isi kondom itu harus segera ditarik sebelum semakin meluasnya perzinahan dikalangan masyarakat terutama remaja.

Sebelumnya, redaktur muslimdaily.net menemukan foto melalui akun twitter Felix Siauw, pada (9/2) paket cokelat isi kondom yang beredar di salah satu minimarket di Bandung. Menurutnya, foto tersebut bukan rekayasa dan sudah dicek kebenarannya. “Awalnya saya juga kira begitu (palsu – red), tapi teman saya di Bandung akhirnya konfirmasi bahwa mereka saksi dan melihat sendiri”, tulisnya di akun @felixsiauw.

MUI sesalkan bingkisan kondom Valentine

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyesalkan peredaran coklat yang dijual secara bersama-sama dengan kondom di sejumlah minimarket.

Ketua MUI, Amidhan, mengatakan, jika temuan itu benar maka minimarket itu perlu diboikot. ”Jadi kita belanjanya di pasar tradisional saja,” katanya, di Jakarta, Ahad (12/2) malam, sebagaimana dikutip dari republika.

Amidhan mendapat laporan, temuan itu ada di beberapa outlet minimarket.

Kemudian data tersebut beredar luas ditengah umat dan menimbulkan kekhawatiran bagi para orangtua dan masyarakat luas.

Inilah akibatnya jika pemerintah tidak menegakkan Syari’at Islam, maka kerusakan akan terus menyebar. Meski para ulama telah mengharamkan hari paganisme ini (Valentine), jika tidak ada otoritas yang menindak, maka kerusakan akan leluasa meluas dan akan menghancurkan moral di kalangan umat ini. [GP]

Artikel yang berkaitan



1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...