Jumat, 18 November 2011

Wawancara Khusus dengan Ketua BE BKLDK Nasional:Sekulerisasi Penyebab Penyimpangan Perilaku Mahasiswa

Rizqi Awal
Suara Pembebasan. Belakangan marak terjadi berbagai tindakan tawuran antar mahasiswa. Juga seringkali kita mendengar mahasiswa yang seharusnya melakukan mengedepankan intelektual dan moral juga melakukan kejahatan dan aktivitas penyakit masyarakat seperti seks bebas, penggunaan miras, geng motor dll. Mari kita wawancarai Ketua BE BKLDK Nasional, Rizqi Awal dalam menanggapi hal.

T: Assalammualaikum kang, Bagaimana pandangan kang Rizqi terkait tragedi tawuran antar mahasiswa yang akhir-akhir ini merebak.

J: Waalaikumsalam. Jujur hal ini membuat sedih saya selaku mahasiswa. Padahal tugas seorang mahasiswa adalah mengedepankan intelektualitas, bukan mengedepankan otot. Mahasiswa adalah agent of change, mahasiswa seharusnya menjadi solusi bukan menjadi bagian dari masalah.

T: Menurut akang kenapa ini terjadi?

J: Pastinya, yang namanya tawuran itu sesuatu yang melanggar norma masyarakat dan Islam. Artinya, ini terjadi akibat mahasiswa tidak mengedepankan intelektualitas dan religiusitas. Yang ada, mahasiswa dimainkan emosi, ya kalau namanya sudah emosi mudah dipancing, mudah disulut.

T: Terus kang hanya ini saja?

J: Ini semua terjadi tidak lain karena pendidikan yang ada saat ini hanya mengejar satu hal: Uang. Pendidikan hanya mencari kuantitas dan kualitas, tetapi sayangnya Syariah Islam sebagai mercusuar peradaban tidak diikut sertakan. Artinya ini jelas pendidikan Sekuler. Yang namanya Sekuler sudah pasti membawa mudharat.

T: Berarti ini juga yang berakibat adanya prilaku menyimpang mahasiswa, seperti free sex, nge-drug, geng motor dan yang lainnya.

J: Jelas. Mahasiswa pada akhirnya menempatkan realita yang ada harus diikuti tanpa adanya filter. Naasnya filter ini memang nggak terpakai atau tidak mempunyai tempat utama. Lihat saja di beberapa perguruan, Mata Kuliah Agama hanya 2 sks dalam satu semester. Padahal, seharusnya mata kuliah agama menjadi rujukan atas semua mata kuliah di berbagai bidang. Konsekuensinya, mau tidak mau sistem pendidikan islam harus diterapkan.

T: Jadi apa yang harus dilakukan kita selaku mahasiswa agar tidak terlibat hal-hal demikian?

J: Dakwah. Ya dengan dakwah kita akan sadar betapa bobroknya kehidupan sekuler ini. Saya rasa untuk dakwah orang tidak harus hafal quran dan mantap islamnya. Karena semuanya harus berdakwah. Karena dakwah adalah kewajiban. Saya, anda dan siapa pun wajib untuk berdakwah.

T: Lebih spesifik lagi kang?

J: Intinya, kita kudu sadar bahwa kita ini adalah manusia. Pilihan itu Cuma ada dua masuk surga atau neraka. Makanya kudu belajar sungguh-sungguh tentang islam. Selain itu juga menyeru orang untuk belajar dan berjuang untuk menerapkan islam kaffah. So, gabung aja ke komunitas-komunitas dan kelompok-kelompok yang berjuang untuk islam.

T: Wah terima kasih kang atas wawancaranya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang lain.

J: Sama-sama. [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...