Rabu, 02 November 2011

Ribuan Orang Hadiri Konferensi Negara Islam "Dunia Menuju Khilafah" di Malaysia

Konferensi Negera Islam
Suara Pembebasan. Umat Islam dari berbagai pelosok daerah di Malaysia memenuhi Dewan Perdana 1, Hotel Nouvelle, Seri Kembangan, Selangor, untuk mengikuti Konferensi Negara Islam yang digelar oleh Khilafah Center bekerjasama dengan Hizbut Tahrir Malaysia, Ahad, 30/10/2011. Konferensi Negara Islam yang mengangkat tema "Dunia Menuju Khilafah" ini menghadirkan lima pembicara dari dalam dan luar negeri.

Mereka diantaranya, Muhammad Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia), Uthman Badar (Perwakilan Media Hizbut Tahrir Australia), Taji Mustafa (Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris), Yahya al-Baradei (Aktivis Hizbut Tahrir Palestina) dan Abdul Hakeem Othman (Pimpinan Hizbut Tahrir Malaysia).

Pembicara pertama, Ismail Yusanto menjelaskan posisi Nusantara secara umum dan Indonesia secara khusus sebagai wilayah yang sangat potensial untuk tegaknya Khilafah. Ini didasarkan dari dukungan yang luar biasa dari umat Islam di negeri tersebut, termasuk para ulama, para politis, dan juga pihak keamanan.

Jelasnya lagi, bahwa umat Islam di Malaysia yang merupakan saudara dan tetangga terdekat ke Indonesia harus bahu membahu dalam perjuangan menegakkan Khilafah karena apapun perkembangan yang terjadi di Indonesia pasti akan membawa efek ke Malaysia, begitu juga sebaliknya.

Justru, jika Khilafah tegak di Indonesia maupun Malaysia, maka kesatuan dua negara ini di bawah kepemimpinan seorang Khalifah adalah suatu perkara yang insya Allah pasti akan terjadi, tegas juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia ini.

Uthman Badar, perwakilan Hizbut Tahrir Australia, menjelaskan tentang perjuangan umat Islam di berbagai belahan negeri, dari barat hingga timur, bahwa telah terjadi kesadaran dan kebangkitan yang menuju kepada tegaknya Khilafah.

Kedudukan Hizbut Tahrir sebagai sebuah partai politik Islam internasional yang terus-menerus berjuang menyeru umat Islam di seluruh dunia ternyata disambut baik dari waktu ke waktu. Dengan perkembangan yang terjadi dan dapat dirasakan serta dilihat oleh semua orang, Daulah Khilafah sesungguhnya benar-benar dalam perjalanan menuju kewujudannya untuk kedua kalinya, ujar perwakilan media Hizbut Tahrir Australia ini dengan penuh keyakinan.

Taji Mustafa dalam pidatonya yang cukup bersemangat menjelaskan, Barat sekarang sebenarnya berada dalam posisi yang sedang terbenam dalam segenap aspek, baik ekonomi, politik, sosial dan juga militer. Selaku orang yang tinggal di Inggris, ia menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi di dunia Barat sudah tidak dapat dikontrol lagi dan mereka sudah tidak memiliki solusi untuk setiap masalah yang muncul.

Oleh karena itu, Hizbut Tahrir tidak pernah putus menjelaskan kepada umat Islam dan juga non-Muslim di sana akan cara hidup Islam dan Negara Islam, Khilafah, yang dapat menyelesaikan setiap inchi masalah manusia.

Taji lebih lanjut menjelaskan bahwa sudah tidak ada harapan lagi kepada sistem kufur demokrasi. Ia menegaskan bahwa sistem Khilafah-lah satu-satunya alternatif untuk manusia, yang merupkan satu-satunya sistem Islam yang benar dan wajib bagi umat Islam.

Berbicara menggantikan Syeikh Issam Ameera yang tidak dapat hadir karena tengah menunaikah ibadah haji, Yahya al-Baradei sebagai salah seorang aktivis Hizbut Tahrir dari Palestina menjelaskan tentang masalah Palestina dan solusinya yang tidak lain adalah melalui jihad oleh gabungan para tentara kaum Muslim dan juga melalui tegaknya Negara Khilafah untuk menghapus entitas ilegal Yahudi di bumi yang diberkati itu.

Sebelum al-Baradei berbicara, para peserta konferensi disuguhi dengan tayangan video dari al-Quds, di mana Syeikh Abu Yusuf menjelaskan beberapa hadits dari Rasulullah Saw bahwa Khilafah akan pasti tegas suatu hari nanti yang akan mencakup al-Quds sampai ke selurh penjuru dunia lainnya.

Abdul Hakeem Othman sebagai pembicara terakhir dengan penuh semangat menjelaskan bukti secara fakta bahwa Daulah Khilafah sebenarnya sudah semakin dekat. Hal ini dapat dilihat dari banyak bukti-bukti yang dirasakan oleh Hizbut Tahrir sendiri dan umat Islam pada umumnya.

Pimpinan Hizbut Tahrir Malaysia itu menjelaskan bahwa berdasarkan fakta dan dalil-dalil dari al-Quran dan as-Sunnah, sesungguhnya Khilafah itu pasti akan tegak kembali untuk kedua kalinya dan kemunculannya sudah tidak lama lagi dengan izin Allah. Para hadirin tidak putus-putusnya meneriakkan takbir di sepanjang pidatonya yang penuh semangat.

Acara semakin menyentuh perasaan, Ust. Tarmizi dan Dr. Muhammad selaku pemandu konferensi meminta para hadiri mengibarkan liwa (bendera) dan rayah (panji) Rasulullah Saw. Selain pekikan takbir yang penuh dengan semangat, para hadiri juga meneriakkan yel-yel "al-ummah turiid Khilafah Islamiyyah" secara berulang-ulang, yang artinya "Umat menginginkan Khilafah Islamiyyah".

Di dalam website resminya, Hizbut Tahrir Malaysia menyampaikan ucapan ribuan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir di Konferensi Negara Islam tersebut, baik kepada perwakilan partai pemerintah dan juga oposisi, lembaga non pemerintah, anggota-anggota akademisi, para imam, pengurus masjid, perwakilan persatuan pelajar dan seluruh kaum Muslim yang datang dari jauh maupun dekat. "Semoga Khilafah akan terus berada di hati setiap dari kita untuk sama-sama kita memperjuangkannya. [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...