Senin, 04 Juli 2011

Ribuan Muslim di Sydney Seru Australia Berhenti Jadi Budak AS, Beralih Dukung Khilafah

Syabab Australia
Suara Pembebasan. Kaum Muslim di Barat begitu aktifnya untuk membela Islam dan melawan kebijakan barat atas dunia Muslim. Lebih dari seribu orang berkumpul di Sydney Barat untuk mengikuti sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Australia, untuk mendiskusikan pergolakkan yang telah terjadi dan terus terjadi hingga sekarang di Timur Tengah dan Afrika Utara, Ahad, 03/07/2011.

Beberapa poin penting dalam konferensi itu seperti disampaikan Kantor Media Hizbut Tahrir Australia, bahwa perlawanan harus didukung, dalam kapasitas sebagai kesempatan besar bagi perubahan di dunia Muslim.

"Rakyat di dunia Muslim telah berani bangkit untuk menghadapi tirani dan penindasan, dan telah bersedia membayar harga tertinggi. Belenggu ketakutan telah rusak dan peristiwa ini, Insya Allah, akan membuka jalan bagi zaman baru di Dunia Muslim."

Pemerintah Barat, yang dipimpin AS dan Inggris, telah memainkan peran negatif, menggangu, dan mengeksploitasi perlawanan tersebut. "Mereka ini adalah pemerintah yang sangat mendukung rezim diktator dalam beberapa dekade. Dalam penggulingan, mereka memainkan permainan menunggu dan menonton, berusaha untuk memperoleh kerusakkan minimal pada rezim dukungan mereka."

"Ketika mereka melihat bahwa perubahan tak terelekkan, mereka dalam tindakan hipokrit, mengadopsi protes dan mengaku berada di sisi rakyat."

Sekarang, setelah terjadinya perlawanan rakyat, pemerintah Barat berusaha mempertahankan rezim yang berpikiran sekuler, dan cukup mengganti kediktatoran bagi demokrasi sebagai sarana di mana mereka mempertahankan penaklukan mereka atas dunia Muslim, perubahan hanya sebatas gaya, sementara tujuan tetap sama.

Ditegaskan juga, peran pemerintah Australia telah mengganggu dan juga mengeksploitasi. Tindakan Kevin Rudd telah dimotivasi oleh ekonomi, bukan prinsip. Kementrian Luar Negeri Australia juga terlibat dalam usaha mendegah pelaksanaan Islam dan Syariah di dunia Muslim, yang mengungkapkan keberanian dan arogansi pemikiran bahwa berhak mendikte rakyat di dunia Muslim mana jenis pemerintahan yang dapat diterima atau tidak bagi mereka.

Kaum Muslim memerlukan perubahan menyeluruh pada tingkat reizm dan sistem. Sebuah perubahan sejati dan konprehensif yang menghasilkan sebuah sistem yang bebas dari eksploitasi asing dan didasarkan pada budaya, nilai dan sejarah rakyat, yaitu Islam.

Dunia Muslim menginginkan Islam, bukan liberalisme sekular. Perlawanan rakyat ini telah dibajak pihak-pihak tertentu seolah sebagai seruan bagi demokrasi libera seperti yang dikenal di Barat. Mereka mungkin seperti bagi minoritas kecil elit sekuler di Dunia Muslim, tetapi bagi mayoritas Muslim mereka hanya merepresentasikan seruan melawan kediktatoran dan untuk pemerintahan yang representatif dan akuntabel.

Opini publik di Dunia Muslim, peran Islam dalam masyarakat bukanlah masalah yang kontroversi. Semua orang yang secara politik aktif pada tingkat akar, kita di seluruh dunia Muslim, mengetahui bahwa rakyat secara massal mendukung perubahan atas dasar Islam. "Ini juga telah dibenarkan oleh berbagai jajak pendapat yang dilakukan lembaga independen Barat".

Dalam sinar terang di atas, perlawanan rakyat ini merupakan langkah besar terbaru menuju pembebasan Dunia Muslim dari penjajahan Barat serta perubahan radikal Dunia Muslim untuk mendirikan pemerintahan Islam dalam bentuk Khilafah.

Khilafah, jauh dari ancaman bagi dunia, akan menjadi sumber kemajuan. Pertama, ini akan mengisi kekosongan politik dan kepeimpinan di Dunia Muslim, sehingga akan menjadi sumber stabilitas, yang pada gilirannya, kemajuan dan kemakmuran. Kedua, Khilafah akan menawarkan kepemimpinan intelektual dan politik baru untuk menyaingi dan mematahkan monopoli Amerika Serikat sebagai negara adidaya tunggal yang kebijakan luar negerinya telah menghancurkan banyak malapetaka di dunia.

Kaum Muslim di Australia harus mendukung perlawanan rakyat tersebut dan memainkan peran mereka dalam perjuangan bagi perubahan positif di Dunia Muslim.

Masyarakat luas di Australia, dan rakyat di Barat secara lebih luas, perlu sebuah pemberontakan bagi mereka sendiri, untuk bangkit melawan peran pemerintah mereka yang bermain dan mengkonsolidasikan tirani dan penindasan di luar negeri. Untuk bangkit dan berdiri bahu membahu dengan masyarakat di luar negeru yang telah mala ditekan melalui kebijakan-kebijakan yang diprakarsai oleh para pejabat mereka terpilih dan menerapkannya di belakang pajak mereka.

Perubahan yang tulus tidak bisa diharapkan dari pemerintah dan kelas elit Barat yang telah menunjukkan waktu dan juga mereka tahu tidak ada nilai kecuali mengejar kepentingan materi Machiavelli semata, dan yang berfikir bahwa seluruh dunia adalah halaman belakang rumah mereka. Tetapi, sebagaimana perlawanan menunjukkan, orang biasa dapat memainkan peran penting dalam membuka jalan menuju perubahan yang positif.

"Para pembuat kebijakan di Australia tidak memiliki bisnis mencampuri urusan dunia Muslim. Mereka tidak berhak untuk membatalkan impian dan aspirasi rakyat di Dunia Muslim. Kebutaan mereka mengikuti kebijakan luar negeri Inggris dan Amerika yang membawa mereka kepada keburukan."

Tulisan di dinding. Imperium Amerika di tempat tidur kematiannya. Australia dapat memilih untuk jatuh dengan melanjutkan kebijakan luar negeri yang salah perbudakkan ke Amerika, atau dapat bergerak maju dengan mengakui realitas perubahan politik internasional. "Ini hanya masalah waktu sampai para diktator yang didukung Barat di Dunia Muslim runtuh di bawah beban gelora seruan penegakkan kembali Khilafah Islamiiyah yang demikian tegas membalik keseimbangan kekuatan internasional di atas kepalanya." [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...