Selasa, 12 Juli 2011

Para Peserta Padati Konferensi Khilafah di Amsterdam Belanda, Segelintir Pembenci Islam Kebakaran Jenggot

Konferensi Belanda
Suara Pembebasan. Kaum Muslim di Barat dengan gigihnya terus menerus meningkatkan aktivitas dakwah Islam. Seruan penerapan syariah dan khilafah di dunia Muslim semakin menggema, termasuk di Belanda misalnya. Beberapa hari lalu, sebuah konferensi tentang Khilafah telah berhasil diselenggarakan di Amsterdam, Belanda.

Para pemuda Hizbut Tahrir Belanda, untuk pertama kalinya telah menggelar Konferensi Khilafah secara terbuka dengan berbahasa Belanda di Amsterdam, Ahad, 03/07/2011.

Sekitar seribuan kaum Muslim memadati ruang konferensi yang digelar di Rhone Congres & Party Centre, Amsterdam. Segelintir orang berunjuk rasa di luar gedung, namun pertemuan itu berlangsung tanpa sedikitpun gangguan. Bendera al-liwa dan ar-royah pun berkibar di sekitar area konferensi.

Tiga orang ekstrimis di atas gedung membentangkan spanduk bertuliskan "Stop Islamisasi di Belanda". Seorang di luar membawa bendera Yahudi. Sementara orang-orang berbondong-bondong menuju tempat konferensi. Bahkan beberapa pihak berwenang ikut serta dalam konferensi.

Menteri Keamanan dan Keadilan, Ivo Opstelten (VVD) mengatakan, Selasa, bahwa ia tidak melihat kemungkinan untuk melarang konferensi. Kebijakan publik tidak dalam bahaya dan tidak ada kejahatan yang dilakukan. Walikota Amsterdam Eberhard van der Laan berjanji bahwa pertemuan tetap di bawah hukum.

Di dalam ruangan, kaum Muslim berkumpul dan mendengarkan para pembicara. Suasana hangat diantara mereka sangat tampak, menunjukkan persaudaraan di bawah ikatan akidah. Kalimah takbir berulang kali menggemakan ruangan.

Gedung Rhone Congres & Party Centre di Amsterdam sangat terkenal terutama sebagai tempat pernikahan warga keturunan Turki dan Maroko, dan pada jam 12.00 hari Ahad, 03 Juli 2011 menjadi tempat konferensi Khilafah pertama di Belanda.

Situs refdag.nl melaporkan para pembicara semuanya dari Hizbut Tahrir atau Partai Pembebasan yang bertujuan mempromosikan Islam dan merealisasikannya dalam negara di bawah satu penguasa, khalifah dengan hukumnya syariah.

Berbagai media berbahasa Belanda telah meliput konferensi tersebut, baik sebelum maupun setelah konferensi. Gelora seruan Islam dan Khilafah pun diteruskan ke banyak orang melalui media-media tersebut. Bahkan, cahaya Islam menjadi tawaran terbaik bagi kehidupan rakyat Belanda, termasuk kaum Kristen.

"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa itu tidaklah khawatir," kata Okay Pala, jurubicara Hizbut Tahrir Belanda dalam sebuah wawancara.

Sebelumnya, di Amsterdam telah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Khilafah yang digelar oleh Hizbut Tahrir Eropa dengan berbagai bahasa. Para delegasi dari berbagai negeri di Eropa ikut serta dalam konferensi tersebut.

Media volkskrant menyebutkan bahwa Hizbut Tahrir mengadakan pertemuan rutin di Belanda. Tahun lalu, Hizbut Tahrir meminta untuk tidak memilih di pemilihan parlemen.

Ini bukan pertama kalinya, Okay Pala mengorganisir sebuah konferensi. Pada tahun 2004, pertemuan dijadwalkan di Stadion Feyenoord di Rotterdam. [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...