Sabtu, 02 Juli 2011

Olahraga yang Dianjurkan Dalam Islam

Alat Olahraga
GEMA Pembebasan. Nabi SAW pernah menyatakan, bahwa ada dua nikmat yang dilupakan orang, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR Bukhari). Karena itu, Islam memberikan perhatian besar dan menghargai kesehatan manusia (QS al-Baqarah: 172). Di sisi lain, Islam melarang apa saja yang bisa melemahkan kesehatan, bahkan menghilangkannya (QS al-A'raf: 157). Untuk itu, Islam memerintahkan agar kita melakukan olahraga karena olahraga ini mempunyai manfaat besar terhadap kesehatan manusia.

Manfaat olahraga, antara lain: (1) melancarkan peredaran darah, dan ini akan menyebabkan tugas-tugas organ tubuh bisa berjalan lebih baik; (2) melindungi dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, tekanan darah dan diabetes; (3) meningkatkan kontrol emosi dan temperamen; (4) melejitkan po-tensi yang luar biasa; (5) menurunkan kadar darah kotor yang bisa menyebabkan tekanan kolesterol. Tak mengherankan Islam memberikan perhatian terhadap olahraga, di mana syariah Islam telah menyempurnakan kemas-lahatan ini.

Perintah Olahraga
Tidak dapat dipungkiri, bahwa olahraga merupakan perkara yang penting dalam kehidupan manusia, khususnya menyangkut kesehatan. Bahkan, di dalam sebagian praktik ibadah kaum Muslim, seperti shalat, haji dan jihad, faktor kesehatan dan kebugaran tubuh menjadi pen-ting. Ibadahnya itu sendiri memberikan kontribusi terhadap kesehatan dan kebugaran tu-buhnya.

Jika kita mengkaji Sirah Nabi Muhammad SAW terbukti, bahwa baginda SAW telah mela-kukan beberapa bentuk olahraga dan menganjurkannya. Baginda pun telah mendiamkan para sahabat melakukan beberapa bentuk olahraga, antara lain:
1. Memanah dan Menombak: 'Uqbah bin 'Amir menyatakan, pernah mendengar Nabi bersabda, saat itu baginda berada di atas mimbar membaca ayat, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka apa saja kekuatan yang kalian persiapkan.” (QS al-Anfal: ) Nabi menyatakan, “Ingat, bahwa kekuatan tersebut adalah memanah. Ingat, bahwa kekuatan tersebut adalah memanah. Ingat, bahwa kekuatan tersebut adalah memanah.” (HR Muslim) Bahkan, belum pernah Nabi menjadikan kedua orang tuanya sebagai tebusan, kecuali untuk Sa'ad bin Abi Waqqash, karena panahannya dalam jihad, “Panahlah, demi bapak dan ibuku sebagai tebusan bagi Anda.” (HR Bukhari-Muslim)

2. Berenang: Ibn 'Abbas berkata, Nabi SAW. dan para sahabat baginda pernah bere-nang di Ghadir. 'Umar bin al-Khatthab, ketika menjadi khali-fah, pernah menulis surat kepada Abu 'Ubaidah al-Jarrah, untuk mengajarkan berenang kepada anak-anak (HR Ahmad).

3. Naik kuda: 'Umar bin al-Khatthab juga pernah menulis surat kepada para sahabatnya, ketika mereka di Azerbaijan, agar menunggangi kuda tanpa pe-gangan tangan, sehingga pe-nunggang kudanya dapat mera-sakan kenikmatannya. Inilah yang dilakukan oleh Nabi (HR 'Abd ar-Razzaq).

4. Berlari: 'Aisyah menu-turkan, bahwa beliau pernah berlomba lari dengan Nabi SAW pada saat bepergian (HR Abu Dawud). Ternyata, olah-raga ini bisa melancarkan peredaran darah.

5. Perang-perangan: 'Ali bin Rukanah menuturkan, bah-wa Rukanah, ayahnya, pernah menantang Nabi, maka baginda pun melayaninya (HR Abu Da-wud).

6. Angkat berat: Suatu ketika Nabi berpapasan dengan suatu kaum, di mana mereka mengangkat batu. Mereka mengangkat yang lebih berat lagi, dan terus begitu. Nabi pun tidak mengingkari tindakan me-reka (HR al-Baihaqi).

7. Beladiri: Seperti karate, taekwondo, yudo dan kungfu adalah bentuk-bentuk olahraga beladiri. Tidak diragukan, bahwa olahraga beladiri ini perlu dipe-lajari untuk memperkuat fisik dalam rangka berjihad dan men-junjung kemuliaan Islam.

Olahraga-olahraga di atas diperintahkan oleh Nabi ber-dasarkan keumuman hadits, “Orang Mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai oleh Allah, ketimbang orang Mukmin yang lemah. Dalam semua hal itu baik, maka peliharalah apa yang bermanfaat bagimu. Berlindung-lah kepada Allah, dan janganlah Anda menjadi lemah.” (HR Muslim dan Ibn Majah). Nabi memuji orang Mukmin yang kuat, karena kekuatan mereka bisa digunakan untuk memuliakan Islam, yaitu berjihad di jalan Allah. Selain itu, juga bisa digunakan untuk melaksanakan ketaatan yang lain, seperti shalat, haji dan berdakwah. [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...