Minggu, 03 Juli 2011

Konferensi Khilafah 2011 Malaysia, Kebangkitan Khilafah Akan Menumbangkan Kapitalisme

Konferensi Khilafah Malaysia
GEMA Pembebasan. Gema Khilafah kini menggoncang bumi Melayu, hingga nyaris, keinginan umat melebihi cita-cita penyatuan bumi nusantara oleh Gadjah Mada. Kini umat malah menginginkan umat Islam sedunia bersatu di bawah naungan Khilafah, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Di Malaysia, Konferensi Kebangkitan Khilafah 2011 yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Malaysia dan Khilafah Centre telah sukses menarik lebih dari 800 orang peserta yang memadati Auditorium Abu Zarim, Integrated Learning Solution (ILSAS), Universitas Tenaga Nasional (UNITEN), Ahad, 26/06/2011.

Auditorium yang semula menampung hanya 600 tempat duduk ini akhirnya penuh sesak dengan masyarakat yang ingin mengikuti acara tersebut, sehingga sebagia peserta berdiri dan duduk di tangga-tangga.

Selain itu, panitia menyediakan tampilan audio-visual di luar ruangan. Sekitar 100 orang ikut serta dalam konferensi, meskipun di luar auditorium.

Peserta terdiri dari berbagai kalangan, seperti kaum profesional, pemimpin politik, organisasi bukan pemerintahan, para akdemisi, para pelajar, para imam dan petugas masjid, pemimpin masyarakat hingga para ulama turut serta dalam konferensi yang diadakan oleh HTM pada bulan Rajab ini.

Konferensi yang semestinya diadakan di Dewan Bakawali, Puri Pujangga, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini terpaksa dipindahkan di saat-saat akhir ke ILSAS setelah pihak UKM 'membatalkan' penggunaan tempat secara tidak profesional karena tekanan dari pihak Kementrian Dalam Negeri dan juga pihak kepolisian.

Namun, Alhamdulilah, walaupun terpaksa harus berpindah ke tempat baru, dengan izin Allah Swt., konferensi berjalan dengan sukses dan lancar di ILSAS.

Sebagian masyarakat yang akan ikut serta konferensi yang telah hadir ke Puri Pujangga pada pagi-pagi menyuarakan rasa tidak puasnya dan menentang pihak UKM yang secara sepihak dan tidak bertanggungjawab membatalkan agenda ke-Islaman di saat-saat akhir tersebut.

Mereka kebanyak menyatakan kekecewaan terhadap pihak kampus, karena mereka datang dari tempat jauh seperti Pulai Pinang, Johor, Perak, Kedah, dan Perlis semata-mata untuk mengikuti konferensi tersebut.

Lebih mengharukan lagi, sekalipun mengalami kesulitan disebabkan perubahan tempat, kesemua peserta tetap tidak mau melepaskan peluang dan momentum, terus bergegas menarik kendaraan masing-masing ke tempat baru, setelah diberi informasi oleh panitia dari HTM yang berada di Puri Pujangga.

Konferensi kali ini dihadiri para pembicara dari anggota HTM, serta diselingi juga dengan para pembicara dari luar negeri.
Mereka diantaranya adalah, Ir. Mohd Jawahir Sulaiman (seorang aktivis dan ahli perniagaan profesional dari Shah Alam), Ust. Moh. Kasim Mohd Tahir (Majelis Fatwa Negeri Sembilan), Sdr. Jabaruddeen (Ketua Gabungan Siswa Siswi Intelektual Muslim, GASIM), Ust. Umar Saad (Imam dan penceramah dari Selangor) dan Ust. Mohd. Zaki Aziz (Imam Masjid Jalan San Peng, Kuala Lumpur).

Sementara itu, pembicara dari luar negeri diantaranya Sdr Rasyid Ansari, seorang aktivis Islam dari Bangladesh, Sdr Vigan, seorang pemuda dan aktivis Islam dari Albania, Sdr. Usamah Abdullah dan Lutfi Abdullah yang keduanya dari Timur Tengah.

Para pembicara, semuanya menyuarakan dukungan mereka kepada perjuangan Hizbut Tahrir di seluruh dunia untuk menegakkan Khilafah dan menyeru umat Islam agar bersama-sama di dalam perjuangan mulia ini demi menyatukan kaum Muslim dan menerapkan hukum Allah secara kaffah di bawah naungan Daulah Khilafah.

Panelis dari HTM pada konferensi kali ini diantaranya Ust. Ridhuan Hakum, Ust. Umar Hussein, Nek Ngah, Ustzh. Aisyah Rahmat (Muslimah HTM) dan Ust. Abdul Hakim Othman (Pimpinan HTM).

Para peserta meneteskan air mata ketika Nek Ngah, seorang nenek dengan 19 cucu tersebut berbicara, di mana beliau menyampaikan bahwa umat Islam selama ini sudah lama hidup menderita dan tertindas di bawah sistem demokrasi buatan Barat dan beliau menyeru kepada para hadirin agar bersama-sama menggantikan sistem demokrasi kufur ini kepada sistem Islam di bawah Negara Khilafah.

Para pembicara berhasil menaikkan semangat para peserta, berulang kali melantunkan takbir sepanjang berlangsungnya konferensi ini. Menariknya, konferensi juga turut dihadiri oleh peserta non-Muslim yang ingin mendapatkan gambaran lebih dekat tentang perjuangan Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah.

Konferensi yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 14.00 waktu setempat, turut diselingi dengan rekaman video dari Juru bicara Hizbut Tahrir dari beberapa negara, seperti Ust. Muhammad Ismail Yusanto (Hizbut Tahrir Indonesia), Uthman Badar (Hizbut Tahrir Australia), Chadi Freigh (Hizbut Tahrir Skandinavia), Abu Khalil (Hizbut Tahrir Sudan), Ahmad al-Qasas (Hizbut Tahrir Lebanon), Taji Mustafa (Hizbut Tahrir Inggris), dan Syeikh Issam Ameera (Hizbut Tahrir Palestina).

Dalam pembicaraan singkatnya itu mereka menujukan secara khusus kepada umat Islam di Malaysia, mereka menyinggung kebangkitan Islam di seluruh dunia untuk menentang pelaksanaan hukum thaghut ciptaan manusia, penyelewengan dan kejahatan pemerintah negeri Muslim serta persekongkolan mereka dengan kuffar Barat. Para Jurubicara Hizbut Tahrir ini menyeru dan berharap agar umat Islam di Malaysia turut serta bergabung bersama perjugangan Hizbut Tahrir di seluruh dunia untuk mendirikan Khilafah.

"HTM mengharapkan agar Konferensi Kebangkitan Khilafah 2011 ini dapat menjadi momentum dan benar-benar akan dapat membangkitkan umat Islam dengan usaha-usaha perjuangan menegakkan Khilafah untuk menggantikan sistem Kapitalisme sekular yang mencengkram umat Islam sekarang".

"HTM pada kesempatan ini mengucapkan jazakumullah khairan kepada semua petugas, penceramah, para hadhirin-hadhirat yang telah menyukses konferensi ini," tegas Hizbut Tahrir seperti disampaikan dalam situs resminya di www.mykhilafah.com. [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...