Sabtu, 16 Juli 2011

GEMA Pembebasan Menuntut Pembatalan UU Berkedok Jaminan Sosial

Gema Pembebasan
Suara Pembebasan. Undang-undang (UU) No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU-SJSN) yang bersifat wajib dinilai membebani rakyat kecil. Karena itu UU ini harus ditolak.

Begitulah seruan dari para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan yang melakukan Aksi Damai di depan kantor Mahkamah Konstitusi, Rabu (13/07) Jakarta.

Para mahasiswa yang hadir merupakan gabungan dari beberapa kampus besar di Jabodetabek, di antaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN SYAHID), Universitar Islam Jakarta (UIJ), dll. Aksi Damai ini diselenggarakan oleh Gema Pembebasan dalam rangka menolak UU SJSN yang memeras rakyat, berkedok Jaminan Sosial dan menuntut agar harus di batalkan.

Pengurus Pusat Gema Pembebasan Akmal Kamil Nasution mengatakan, dalam UU tersebut di Bab V Pasal 17 Ayat 1 dan 2 terdapat kata - kata Iuran Wajib. Menurut dia, ini nantinya akan memberatkan masyarakat Indonesia yang sejauh ini sudah terlilit dalam kesengsaraan dan kesulitan ekonomi.

Olehnya Gema Pembebasan dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap UU SJSN tersebut yang dinilai akan semakin menyengsarakan masyarakat serta semakin melepaskan tanggung jawab pemerintah dalam mengurusi dan menjamin hak masyarakat, khususnya di bidang sosial dan kesehatan.

Selain itu, dalam orasinya para orator menyatakan bahwa “Mahkamah Konstitusi harus membatalkan UU SJSN ini karena secara nyata UU SJSN merupakan bentuk perlawanan terhadap kemerdekaan rakyat, penjajahan baru dan UU yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat”.

“pesan saya kepada bapak Mahfud MD selaku Hakim Mahkamah Konstitusi, dalam membuat sebuah keputusan kembalilah keasas keadilan, kembalilah pada syariah Islam dan ingatlah kepada Allah SWT, karena kita hidup hanya sementara” ujar salah seorang orator.

Diakhir aksi ini, Gema Pembebasan kembali menyerukan kepada masyarakat serta penguasa agar kembali pada Islam dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam naungan khilafah sehingga kesejahteraan, keadilan serta jaminan atas terpenuhinya hak umat akan terealisasi dengan baik dan bersifat menyeluruh dalam semua aspek kehidupan. [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...