Rabu, 22 Juni 2011

Masyarakat DIY-Jateng Sambut Hangat Penegakan Khilafah

Konferensi Rajab Yogyakarta
GEMA Pembebasan. Tepat pukul 08.00 hari Ahad, 19 Juni 2011,di hall utama Jogja Expo Center (JEC) acara Konferensi Rajab DPD1 HTI DIY dimulai. Sapaan pembawa acara Heri Kurniawan dan Agus Yuhana mempersilahkan para hadirin menempati kursi yang sudah disiapkan. Macapat yang dibawakan ust Cahyono, sebagai tembang Jawa menyambut kedatangan dan juga salam hangat dari Yogyakarta. Penampilan Tari Saman yang dilakukan oleh tim dari asrama Aceh menghangatkan peserta sekaligus memusatkan perhatiannya focus pada panggung.

Meskipun peserta yang datang dan masuk ruangan baru sekitar 70 persen, di luar gedung bus-bus masuk dengan rapi. Tidak ketinggalan mobil-mobil pribadi juga susul menyusul memasuki area parkir. Demikian juga pengguna motor hilir mudik memasuki area parkir yang sudah disediakan. Tiba di halaman para peserta sudah disambut oleh among tamu sekaligus merangkap menjadi keamanan. Dan Sebelumnya, peserta yang datang dari luar Yogyakarta sudah disambut dengan kibaran al-liwa dan ar-royah di sudut-sudut kota Yogyakarta. Bagi yang datang dari arah utara masuk melalui Jombor, dari arah barat melewati Gamping, dan dari arah timur melalui jalan Solo/ Janti. Seakan solawat dan salam menyambut mereka dengan kibaran panji-panji islam tersebut.

Peserta hampir memenuhi 10.000 kursi yang telah disediakan, ketika disampaikan opening speech atau sambutan dari DPD HTI DIY yaitu ust. Rosyid Supriadi.,MSi.Tayangan multimedia, teatrikel, terlebih orasi yang disampaikan para pembicara seakan saling mengisi. Sehingga peserta memahami apa pesan yang disampaikan.

Dr. Dwi Condro Triono selaku pembicara pertama menyampaikan materi tentang Posisi Indonesia di Tengah Kapitalisme Global. Secara jelas Beliau memaparkan bahwa Indonesia sekarang masih dijajah. Tentu dengan model penjajahan yang berbeda dengan dulu. Pembicara kedua menyampaikan materi yaitu Khilafah sebagai Solusi yang disampaikan Ibnu Alwan., S.Ag. Materi ketiga tentang gambaran hidup sejahtera di bawah naungan khilafah disampaikan oleh dua orang pembicara yaitu ust. Wahyudi.,M.Pd & Dr. Muh. Kholid Ridwan. Materi keempat juga disampaikan oleh dua pembicara yaitu ust. Abu Nafis & ust. Wasroi. Perbicara tersebut menyampaikan materi tentang Khilafah Negara adidaya masa depan yang Menyejahterakan. Sedangkan materi tentang tegaknya Khilafah janji Allah disampaikan oleh Ust. Abu Faiz. Orasi pembicara ditutup dengan seruan hangat Hizbut-Tahrir kepada Umat disampaikan oleh Juru bicara HTI yaitu Ust. Ir. Ismail Yusanto.,MM.

Ada rasa haru,bahkan banyak yang berkaca-kaca ketika ditampilkan teatrikel tentang liwa dan royah serta berubahnya bola hitam dunia menjadi bola emas simbol perubahan yang dirindukan umat yaitu tegaknya kembali peradaban emas dengan tegaknya khilafah. Gema takbir terus mengiringi hampir setiap momen acara.

Seruan hangat perjuangan penegakan khilafah yang disampaikan jubir mendapat sambutan hangat dari para peserta. Sejumlah wakil masyarakat yakni Prof. Hasan Konakata (Ketua Asosiasi Muslim Jepang,alhamdulillah Beliau bisa hadir dari Jepang), Sdr. Ihda (mahasiswa UGM), Ir. H. Heru Isnawan MM (Direktur Grasia Group Semarang), KH Nasyiruddin (Pimpinan Pondok Pesantren Taqwalillah Semarang) menyampaikan kesepakatannya tentang kebutuhan penerapan syariah Islam bagi kehidupan masyarakat. Bahkan mereka menyatakan kesiapannya berjuang bersama HTI untuk memperjuangkannya. Dan hal itupun disampaikan secara riuh rendah oleh peserta, Siap memperjuangkan penerapan syariah Islam dan penegakan khilafah. Allahu Akbar! Insya Allah kemenangan Islam semakin dekat. Semoga!

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...