Senin, 27 Juni 2011

Konfrensi Rajab 1432 H Sumut : Umat Bersama Ulama, Pengusaha, dan Intelektual Rindu Khilafah

Konferensi Rajab Sumut
GEMA Pembebasan. Sekitar 2600 Kaum Muslimin dari berbagai kalangan di Sumatera Utara menghadiri konferensi rajab 1432 H yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Sumatera Utara Ahad (26/6), di Gedung Selecta, Medan. Peserta yang hadir dari penjuru daerah di Sumatera Utara seperti Tapsel, tarutung, Sibolga, Kisaran, Siantar, Sergei, Binjai dan Medan ini didominasi oleh para tokoh masyarakat dan mubalighah.

Ustadz Basyuni, Phd Humas HTI Sumatera Utara dalam Opening Speech nya mengatakan bahwa konferensi ini dilaksanakan sebagai medium mengokohkan komitmen dalam penegakan khilafah sebagai bahagian dari upaya untuk menyambut janji Allah, yakni akan ada khilafah sebagai Negara adidaya baru dunia.

Konferensi Rajab yang digelar di kota Medan ini sebagai rangkaian dari agenda Nasional HTI ini mendapatkan sambutan dan antusias yang luar biasa dari peserta yang notabennya reta - rata tokoh masyarakat di Sumatera Utara. Antusias ini tampak dari pernyataan Bapak Drs.Suprayetno, W.M.A salah seorang dosen di IAIN alumnus S3 Canada University dalam testimoninya Intelektualnya. Ia mengatakan bahwa, merinding ‘bulu kuduk’ nya saat masuk ruangan Selecta ini karena ia seakan diberi hidayah dan petunjuk bahwa bahwa Hizbut - Tahrirlah ‘wadah’ ia berjihat dan berdakwah yang benar dan sesuai dengan hati nuraninya. Ia mengatakan, sebagai orang akademisi secara ilmiah ia menyakini benar bahwa khilafah yang diperjuangkan umat islam dan Hizbut - Tahrir pasti tegak dalam waktu dekat. Dan ia menyeru kepada semua intelektual yang ‘keblinger’ yang selama ini menolak khilafah untuk mau bersatu, bergabung dengan Hizbut - Tahrir untuk memperjuangkan khilafah sebagaimana dirinya yang sekarang sudah merasa bergabung dan menyatu dengan Hizbut - Tahrir. ” kembali saya ingatkan dan ajak wahai semua kaum muslimin dan para inteletual yang keblinger yang menolak khilafah, agar anda semua mau bergabung bersama dalam perjuangan menegakan khilafah” ucapnya penuh dengan rasa haru di konfrensi ini.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama hadir pula pengusaha CEO/Owner Madinah Syariah (Supermarket berbasis syariah pertama di Indonesia) M.Pendi Leong mewakili para pengusaha dalam testimoninya mengatakan bahwa, dirinya seorang muallaf dan pengusaha saja menyakini bahwa perjuangan penegakan khilafah adalah kewajiban dan solusi bagi dunia sekarang yang sekarang sudah dicengkram kapitalisme global. ” tiada kemulian tanpa islam, tiada islam tanpa syariah, dan tidak ada syariah tanpa khilafah” katanya mengobarkan semangat peserta konfrensi. Lanjutnya, ia mengajak kepada seluruh kaum muslimin khususnya peserta konfrensi rajab agar bergabung dengan Hizbut - Tahrir untuk berjuang menegakkan khilafah sebagaimana yang dilakukan oleh dirinya.

Demikian juga pernyataan dari Bapak H. toungku Baharuddin salah satu tokoh masyarakat bahwa kita harus berjuang menegakkan khilafah meski berbagai tantangan akan kita hadapi. Perjuangan hizbut - tahrir harus mendapatkan dukukngan dari masyarakat, karena ini lah perjuangan yang akan menyelematkan dunia.

Pernyataan dukungan yang lainnya berasal dari Komisi fatwa MUI Padang Sidempuan Khilafah sebagai sebuah janji allah yang akan menyelamatkan keterpurukan manusia dari belenggu system sekuler harus ditegakkan. Bukan itu saja, ia mengatakan bahawa konferensi ini juga mampu menggelorakan semangat sekaligus kerinduan akan tegaknya khilafah. Benar katanya bahwa kerinduannya terhadap khilafah sudah sangat memuncak terbukti dirinya yang memiliki cacat tubuh harus rela menempuh jarak yang jauh dalam perjalanan satu hari satu malam dari Tapsel dan harus bermalam di perjalanan dan di Medan untuk bias mengikuti acara konfrensi ini.

Bahkan saking rindunya umat terhadap khilafah, salah satu rombongan peserta dari serdang bedagai. memilih membawa Ar Royah dan dikibarkan di krumunan peserta yang hanya diberi Royah kertas oleh panitai. Dan ia mengatakan bahwa Royah itu ia bawa sebagai bentuk antusiasnya dalam memriahkan Konfrensi Rajab, walau konfrensi itu dilaksanakan di ruang tertutup

Antusiasme peserta juga terlihat jauh hari sebelum acara. Terlihat seorang ibu yang rela membawa anaknya berusia dua bulan yang belum pulih total dari sakit infeksi paru - paru yang baru saja dirawat inap di rumah sakit beberapa hari sebelum Konfrensi rajab, dengan penuh semangat ia turut hadir dalam acara konfensi rajab tersebut walau harus berdesak - desakan dengan krumunan peserta yang membludak. Ukhuwah Islam benar-benar tercipta tatkala panitia kerapsekali rapat hingga dini hari dalam mempersiapkan acara agar berjalan dengan baik.

Kerinduan dan semangat perjuangan penegakkan khilafah yang tercipta pada saat konferensi membuat beberapa peserta sampai menitikan air mata dan bersedia mengikuti pembinaan bersama Hizbut Tahrir sebagai dukungan terhadap perjuangan penegakan syariah dan khilafah [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...