Minggu, 26 Juni 2011

Konferensi Rajab HTI Jatim: Atraktif dan Penuh Makna

GEMA Pembebasan. Peringatan Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW di tahun 1432 H di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kemarin (26/6) sangat menyentuh dan menggugah hati, ungkap seorang wartawan media.

Sukses penyelenggaran Konferensi Rajab Jatim ini, menyusul kesuksesan HTI dalam menggelar acara serupa di berbagai kota besar indonesia yang diawali di Banjarmasin, kemudian disusul berbagai kota yang membentang dari aceh hingga Bandar Lampung, bahkan di Ternate dan Jayapura. Bahkan di hari yang sama juga diselenggarakan di Pontianak, Gorontalo, Medan, Makasar, Riau dan Palangkaraya yang disiarkan bersama melalui video streaming.

Dihadiri 30.000 peserta dari seluruh pelosok Jawa Timur, disuguhkan teatrikal yang membangkitkan umat oleh Mahasiswa UKKI STIS-SBI, Unair dan ITS dengan iringan live music SMKN 9 Surabaya. Tidak hanya, itu orasi para orator Konferensi Rajab Jatim ini mengingatkan dan menyadarkan umat islam sebagai umat terbaik (Khairu ummah).

Sejak maret 1924 M atau bertepatan dengan bulan Rajab 1342 H umat islam telah kehilangan pelindungnya yakni Khilafah. Anggota DPP HTI Ihsan Al Fatih mengingatkan pentingnya posisi Indonesia di tengah kapitalisme global, yang justru membuat indonesia sengsara. Hal senada disampaikan orator HTI lainnya, Abdun Muthi’, Ibnu Ali, Dwi Condro dan Ali Mustofa Murtadho bahwa hal tersebut mengharuskan adanya solusi. Khilafah sebagai Solusi, hidup sejahtera di bawah naungan khilafah sebuah negara adidaya masa depan yang menyejahterakan. Khilafah sebagai keniscayaan, sungguh tegaknya Khilafah janji Allah. Ketua DPP HTI Rokhmat S.labib yang juga hadir menyampaikan orasi menegaskan Hizbut-Tahrir secara terus menerus menyeru kepada Umat. Seperti halnya Konferensi Rajab untuk mengokohkan kembali perjuangan penegakan syariah dan Khilafah.

Hizbut Tahrir berharap kesadaran tentang kewajiban penegakan Khilafah semakin menguat dan meluas. Termasuk berharap semakin banyak umat Islam Indonesia yang mengambil bagian langsung dari kewajiban ini dengan bergabung bersama Hizbut Tahrir. Sebab, bergabung dengan jama’ah dakwah atau kutlah siyasi (kelompok politik) yang memperjuangkan tegakknya Khilafah adalah fardhu (wajib). Umat tidak hanya berhenti pada pertanyaan apa dalilnya khilafah. Atau hanya berulang kali bertanya kapan khilafah tegak. Yang terpenting sekarang ini mengambil tindakan nyata memperjuangkannya tegaknya Khilafah Islam, InsyaAlloh akan mempercepat tegaknya Khilafah. [GP]

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...