Sabtu, 18 Juni 2011

Gema Khilafah di Negeri Seribu Pulau (Maluku)

Demokrasi Harus Mati
GEMA Pembebasan. Panitia mengaku kewalahan melihat besarnya animo peserta yang hadir mengikuti acara Konferensi Rajab 1432 H, Sabtu (18/6) pagi di Hotel Vellya, Ternate. Pasalnya, mereka hanya menargetkan 500 peserta saja. Namun warga Maluku Utara dari berbagai pulau kecil dengan antusias ke Ternate untuk menyukseskan acara ini membludak, sehingga mendesak panitia menambah lagi tempat duduk.

“Acara ini digelar sebagai salah satu upaya Hizbut Tahrir untuk menyebarkan opini kepada warga Ternate untuk menegakkan kembali khilafah,” ujar ketua panitia konferensi Ngadino. Menurutnya, perhelatan yang bertema Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah ini di samping sebagai tuntutan keimanan untuk hidup dalam sistem Islam, tegaknya khilafah juga bisa membawa warga negeri seribu pulau ini untuk hidup lebih sejahtera di banding hidup di bawah sistem kufur kapitalisme-demokrasi yang berlaku sekarang.

Di samping itu, tegaknya khilafah juga suatu keniscayaan lantaran merupakan janji Allah SWT. “Khilafah akan tegak kembali dan ini pasti sebab merupakan janji Allah,” pekik DPD I HTI Maluku Utara Fatah Syukur, dalam orasinya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga pembicara dari DPP HTI Abu Hafidz dan tentunya testimoni dari para tokoh masyarakat Maluku Utara yang sangat mendukung dan bersedia bersama-sama dengan Hizbut Tahrir berjuang untuk menegakkan khilafah.

Dalam acara yang berakhir menjelang Zhuhur ini disuguhkan pula tarian khas Maluku Utara dan teatrikal tentang wajibnya menegakkan satu-satunya institusi pemerintahan yang diridhai Allah SWT, yakni khilafah yang menerapkan syariah Islam secara kaaffah

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...