Minggu, 01 Mei 2011

Maksiat Berjama’ah dengan Menari 24 Jam

GEMA Pembebasan.Memperingati Hari Tari Internasional yang jatuh pada hari Jumat (30/4/2011), Kota Solo menggelar acara bertajuk ‘Solo 24 Jam Menari.   Acara berupa kegiatan menari selama 24 jam tanpa henti di sejumlah titik di kota Solo seperti Lodji Gandrung, Sriwedari, Pendapa Sriwedari, Ngarsa Pura depan Solo Grand Mall, Solo Square, SMK 8, Prang Wedanan, dan ISI Surakarta.

Solo Menari diawali di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pukul 06.00 WIB. Solo menari ini diikuti sedikitnya 3000 peserta yang ikut meramaikan  sebelas penari yang terus melakukan gerak tari selama 24 jam. Aksi tari ini akan berakhir pukul 06.00 WIB, Sabtu 30 April hari ini.

Wali Kota Solo, Joko Widodo, juga terlibat dalam pentas ini. Jokowi, panggilan akrabnya, menari di depan Lodji Gandrung Jalan Slamet Riyadi atau di depan rumah Dinas wali kota yang diiringi seribu penari dari sejumlah SMP dan sanggar tari di kota Solo.

Menurut Jokowi, kegiatan Solo Menari ini akan memelihara kebudayaaan  memberikan spirit kepada warga Solo untuk terus menjaga  kesenian bangsa.

Sementara salah satu peserta tari Alfiana dari SMP 3 Solo mengaku gembira bisa mengikuti dan menyemarakkan Hari Tari. Dalam taruan yang dibawakan di depan Lodji yang berjudul ‘Tari Sesaji’ ini mengisahkan tari pembuka untuk upacara kerakyatan yang biasa  digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.

Kapan ya acara “Muhasabah 24 Jam” diadakan untuk merenungi dosa bangsa ini? Para penari yang menari 24 Jam pun rela untuk absen tidak melakukan shalat demi memperingati Hari Tari yang tidak jelas sumber dan manfaatnya.

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...