Rabu, 25 Mei 2011

Dusta Kebebasan Berekspresi, AS Berkonspirasi Tutup Akun Hizbut Tahrir dan Anggotanya di Laman Facebook

GEMA Pembebasan. Hasil dari arahan Amerika, laman Face Book menutup akun sejumlah cabang Hizbut Tahrir, mulai dari akun kantor-kantor media dan anggota-anggotanya, termasuk laman juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Pakistan Naveed Butt, direktur kantor media pusat, kantor media Hizbut Tahrir di Tunisia, kantor media di Palestina, dan anggota-anggota Hizb di berbagai negeri. Ini adalah yang ketiga kalinya akun Naveed Butt ditutup, disamping pembekuan akun grup-grup yang diorganisir oleh kantor media Hizbut Tahrir di Pakistan yang menyerukan penghilangan eksistensi militer dan intelijen Amerika, khususnya perusahaan-perusahaan pembunuhan dan penghancuran Amerika dari bumi Pakistan.

Sementara dari satu sisi dan dengan dalih kebebasan berpendapat, Amerika memuji laman-laman Face Book bagi perayaan karikatur yang menodai kemuliaan Rasul Muhammad saw atau pembakaran al-Quran al-Karim, di samping sejumlah laman rendahan dan menjijikkan lainnya. Sementara dari sisi yang lain, Amerika memerintahkan pentupan laman-laman Hizbut Tahrir yang mengancam Amerika, ideologinya yang palsu dan konsepsi-konsepsinya seperti demokrasi, liberalisme dan sekulerisme; dan laman yang memaparkan rincian Daulah Khilafah Islamiyah dan sistemnya kepada umat. Maka sekali lagi tersingkap jelas jati diri sesembahan barat, yaitu kebebasan berpendapat.

Lebih dari itu, barat telah memperlihatkan kekalahannya dalam peperangan merebut hati-hati yang bersih dan jujur serta akal-akal manusia, dengan menggunakan ideologinya yang bengkok. Setelah kekalahan itu, Barat kembali merujuk kepada nilai-nilai hakikinya, melalui kontrol, pelarangan, teror, kekuatan dan pembunuhan. Ini adalah nilai-nilai itu sendiri yang kita saksikan di laman internet dalam menutupi peristiwa-peristiwa benteng Ganji, Falujah dan Guantanamo. Kejadian-kejadian itu seharusnya sudah cukup untuk membuka mata mereka yag mendukung kebebasan berpendapat secara membabi buta. Merupakan satu kegilaan mengharapkan suatu kebaikan untuk umat manusia dari barat yang tidak bisa toleran terhadap sepotong kain yang menutupi wajah wanita muslimah yang memilih mengenakan niqab. Kegilaan yang sama juga menuntun para penguasa Pakistan yang berkhianat dan telah bangkrut secara intelektual, pada bulan lalu menyerang pameran Hizbut Tahrir di Islamabad, di klub jurnalis, yang diadakan untuk memaparkan rincian sistem daulah khilafah yang akan datang, di mana mereka juga merampas buku-buku yang dipajang, leaflet, poster dan diagram. Hanya berselang tiga hari setelahnya para penguasa itu menyerang para peserta aksi damai yang diorganisasi oleh Hizbut Tahrir, seperti seandainya mereka adalah pasukan musuh Amerika! Beberapa orang yang mereka tangkap masih ada di dalam penjara hingga hari ini.

Amerika dan orang-orang yang tolong menolong dengan Amerika harus mengetahui bahwa tindakan-tindakan kekanak-kanakan barat itu tidak akan bisa memaksa umat melepaskan Islam. Sebaliknya umat justru bersegera untuk mengubur dalam-dalam ide-ide barat yang rusak itu.

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...