Jumat, 09 Juli 2010

Pelajar se-Samarinda Mendapatkan Training Inspirasi dari HTI untuk Taat Aturan Allah

GEMA Pembebasan. Training ini luar biasa. Terima kasih kami ucapkan. Sekolah kami mendapatkan kesempatan bahkan seluruh anak didik kami yang kelas tiga bisa diundang semua adalah sebuah kesempatan yang luar biasa. Harapan kami setelah ini bisa dilanjutkan ke sekolah-sekolah,” ujar salah satu guru pendamping. Salah satu siswa peserta juga menambahkan, “Acara ini memang ok banget. Saya jadi teringat dan tersadarkan kembali bahwa selama ini masih banyak dosa-dosa yang saya lakukan, terutama terhadap orang tua saya.” “Saya, imbuhnya lagi, akan merubah itu semua dan akan menjdai anak sholih. Saya ingin menggandeng ayah dan ibu saya masuk syurga bersama-sama dengan saya kelak,” tegasnya lagi.


Apa yang diungkapkan oleh guru pendamping dan salah satu peserta tersebut merupakan komitmen dari DPD II HTI Samarinda untuk menginspirasi para pelajar se-Samarinda agar senantiasa terikat pada aturan-aturan Allah dan senantiasa menyelaraskan masa mudanya agar terfokus dalam meraih kesuksesan dunia dan akhirat semata. Bukan justru masa muda untuk sekedar foya-foya.

Acara yang dikemas secara apik dn menarik ini diselenggarakan pada hari ahad, 24 januari 2010 bertempat di Aula Balaikota Samarinda dengan tema “Inspiring the Inspirator”. Training yang mendapat respons yang luar biasa ini merupakan agenda dakwah DPD II HTI Samarinda sekaligus untuk memotivasi para pelajar yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Dari target peserta 200 orang ternyata training ini dihadiri lebih dari 300 pelajar dari berbagai sekolah di Samarinda. Akibatnya peserta pun membludak hingga berdiri-berdiri. Dengan sigap panitia merubah setting kursi tempat duduk peserta. Ternyata kursi pun masih kekurangan sehingga panitia pun mengambil karpet lebar yang ditempatkan di depan untuk duduk tambahan peserta ikhwan. Training ini dipandu oleh Trainer nasional yang sudah berpengalaman dalam menangani siswa, remaja dan mahasiswa. Dia lah Gus Uwik. Sang Islamic Performance Booster itu.

Training yang dimulai dari sekitar pukul 9 pagi ini, berlangsung luar biasa. Para pelajar terlihat sangat antusias mengikuti setiap jalannya acara. Trainer memaparkan bahwa hidup adalah pilihan. Termasuk menjadi muslim sejati adalah juga pilihan. Setiap pilihan pasti ada balasannya di sisi Allah kelak.

“Allah telah menegaskan bahwa balasan di akhirat kelak cuma ada dua, yakni kalau tidak syurga ya neraka,” tegas Gus Uwik.

Semua remaja, masih menurut trainer, tahu bahwa ada dua balasan tersebut, namun belum sadar bahwa balasan itu adalah nyata dan pasti adanya. Dari sinilah Gus Uwik kemudian menjelaskan bagaimana nikmatnya kehidupan syurga dan sengsaranya kehidupan neraka sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an. Harapannya agar peserta paham betul bagaimana nanti Allah membalas hamba-hambanya atas pilihannya tersebut. Di sesi muhasabah tak sedikit para pelajar tersebut yang mencucurkan air mata menyesali perbuatan-perbuatan dosa yang selama ini telah dilakukan. Ucapan istighfar pun membahana di seluruh ruangan. Bermunajat meminta ampunan Allah SWT.

Gus Uwik menegaskan bahwa untuk bisa masuk syurga, apalagi mengajak orang tuanya masuk syurga, tidak ada cara lain kita harus menjadi anak yang sholih/sholihah. Untuk jadi anak yang sholih/sholihah tersebut tidak ada jalan lain kecuali harus dengan NGAJI. Dengan ngaji inilah bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah. Karena itu tatkala sang trainer bertanya; “Siapa yang ingin NGAJI?” Semua peserta menjawab dengan penuh antusias “SAYA”. Tanpa ragu lagi tariner pun bertanya, “Siapa yang habis acara ini NGAJI?” Seluruh peserta menjawab “SAYA”. Alhamdulillah…

Pada sesi kedua peserta diajak oleh trainer untuk memahami apa arti siswa sukses dan bagaimana meraihnya. “Kunci untuk menjadi siswa sukses sangat sederhana. Ingatlah “BUNGA DAKWAH,” tegas Gus Uwik. BUNGA DAKWAH itu adalah BU (Buku), NGA (NGAji) dan DAKWAH. Dengan BUNGA DAKWAH maka siswa akan terpacu untuk senantsaat sesi masa belajat (BUKU). Selain motivasi mendapatkan nilai bagus, aktivitas belajar lebih didasari oleh pelaksanaan kewajiban yang telah disyariatkan oleh Allah untuk setiap kaum muslim.

“Sehingga tatkala Anda belajar matematika sejatinya Anda mendapatkan pahala ibadah. Sebab ketika Anda belajar sedang melaksanakan perintah Allah,” kata Gus Uwik.

“Jadi sebenarnya untuk mendapatkan pahala sejatinya amat mudah. Jika setiap perbuatan kita ikhlas dan benar sesuai aturan Allah maka semua perbuatan kita bernila ibadah.” tegas sang trainer.

Namun saat ini, menurutnya, musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga menjauhkan generasi muda dari Islam. Mereka membuat jargon “BU PE CI” yakni Buku, Pesta dan Cinta. Aktivitas yang melenakan dan menjauhkan dari Islam. “Jangan Anda sampai terjebak dengan ‘BU PE CI’,” tegas Gus Uwik.

Selanjutnya setelah acara training selesai, seluruh guru pendamping berkumpul untuk sharing tentang tindak lanjut dari acara ini. Dalam sesi ini pengurus DPD II Samarinda menegaskan komitmennya untuk menginspirasi siswa-siswi agar senantiasa terikat dengan aturan Allah dan sukses dunia-akhirat akan ditindaklanjuti ke sekolah-sekolah. “Oleh karena itu, kami mohon dengan hormat agar dibukakan pintu-pintu sekolah Bapak/Ibu sekalian agar kami (HTI) bisa masuk ke sekolah-skolah Bapak. Jangan lah pintu-pintu sekolah Bapak/Ibu sekalian di tutup atau bahkan justru mengusir kami,” pinta Ust Rudi, pimpinan DPD II Samarinda.

Menanggapi permintaan tersebut guru-guru pendamping menyatakan bahwa mereka siap bersinergi dengan HTI untuk menginspirasi peserta didik di sekolah mereka agar menjadi lebih baik. Alhamdulillah… Semoga Allah meridloi segala aktivitas kita. Amin.

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...