Senin, 17 November 2008

Gema Pembebasan

A. LATAR BELAKANG KELAHIRAN GEMA PEMBEBASAN

Kemerdekaan yang telah diproklamirkan Indonesia, ternyata belum mampu mengeluarkan negeri ini dari ketergantungan kepada asing, khususnya negera-negara penjajah kafir Barat dalam bentuk ideologi (pemikiran dan politik). Negeri yang subur dan kaya sumber daya alam ini pun telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan dan kebijakannya. Namun semua itu tidak membawa kehidupan negeri ini kepada keadaan yang semakin baik sebagaimana yang dicita-citakan, yakni menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Sebaliknya, masyarakat hidup dalam keadaan semakin sulit. Seiring kenaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL), harga kebutuhan pokok masyarakat juga terus merangkak naik. Pendidikan yang sejatinya untuk mempersiapkan generasi dan sumber daya manusia yang berkualitas semakin mahal. Hanya dapat dinikmati golongan yang berdompet tebal. Begitu pun harga sebuah kesehatan. Rakyat harus merogoh kocek mereka lebih dalam untuk mendapatkan dan menikmati fasilitas kesehatan. Teror dan konflik terjadi di mana-mana. Dan masih banyak lagi fakta mengenai dampak kebijakan dan pengelolaan yang tidak beres dan tidak becus di negeri ini.

Realitas yang rusak ini hendaknya menyadarkan kita, seluruh elemen negeri ini untuk menganalisis apa yang menjadi sumber kerusakan tersebut dan menggerakkan kita untuk melakukan perubahan dari keadaan yang rusak kepada keadaan yang baik melalui perubahan yang benar. Tanpa itu, kita hanya menjadi manusia-manusia yang jumud, bebal dan pragmatis (terkekang oleh lingkungan). Terlebih bagi mahasiswa yang secara idealisme-normatif merupakan intelektual muda yang peka terhadap realitas sosial yang terjadi di sekitarnya serta mampu mengubah, mengarahkan dan menjaga realitas di sekitarnya itu sesuai idealismenya. Mereka adalah agen-agen perubahan sosial-masyarakat (Agents of Social Change).

Secara historis mereka telah menunjukkan perannya. Di pentas negeri ini ada Pemuda 1928 dengan Sumpah Pemudanya, Angkatan 66 yang menggulingkan komunisme, dan Angkatan 98 dengan Tuntutan Reformasinya maupun pergerakan mahasiswa-pemuda di negeri-negeri yang lain. Namun, otak yang mengarahkan dan energi yang mendorong pergerakan mahasiswa mewujudkan perubahan sosial beragam. Ada yang bercorak nasionalis, sosialis-komunis, religius ataupun gabungan dari corak-corak yang ada. Semuanya mewakili 3 ideologi yang ada di dunia saat ini, yaitu Kapitalisme-Liberalisme; Komunisme-Sosialisme; dan Islam.

Oleh karena itu, perubahan yang dihasilkan pun mengikuti main stream ideologi (arus utama pemikiran dan politik) yang menggerakkannya. Ideologi ini tidak akan eksis tanpa dukungan negara yang mengembannya. Maka, setelah tumbangnya negara Kekhilafahan Utsmani (Islam) dan Uni Soviet (Komunisme-Sosialisme), praktis ideologi Kapitalis-Liberalislah yang mengendalikan main stream ideologi dunia saat ini. Ini pula yang menjadi akar persoalan utama negeri ini khususnya dan negeri-negeri lain pada umumnya, ketika hegemoni ideologi Kapitalis berkuasa di dunia.

Berangkat dari realitas dan pemikiran inilah maka Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) pada tanggal 28 Februari 2004 bertempat di Universitas Indonesia lahir sebagai satu gerakan mahasiswa Islam Ideologis di tengah-tengah umat dan masyarakat kampus Indonesia untuk membebaskan negeri ini dari belenggu ideologi buatan manusia yang lemah dan membawa penderitaan dan kenestapaan kepada ideologi yang berasal dari Sang Pencipta manusia Yang Maha Perkasa, mengantarkan kepada kebahagiaan hidup dan keridlaan-Nya.

B. LANDASAN PEMBENTUKAN GEMA PEMBEBASAN

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran [3]: 110)

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran [3]: 104)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash Shaff [61]: 4)

C. VISI GEMA PEMBEBASAN

Menjadikan ideologi Islam sebagai main stream gerakan mahasiswa di Indonesia

D. MISI GEMA PEMBEBASAN

1. Mengembangkan manajemen pengelolaan opini ideologi Islam sehingga memiliki daya gugah membangun kesadaran politik dan daya pembebas terhadap seluruh faktor pembelenggu Islam.

2. Membangun jaringan pergerakan mahasiswa Islam ideologis di seluruh Indonesia.

3. Mengembangkan sistem pendukung bagi transformasi ideologi Islam di kalangan mahasiswa dan pergerakan mahasiswa.

4. Membentuk kader pergerakan mahasiswa Islam yang ideologis dan memiliki kemampuan dalam mengembangkan opini.

E. TUJUAN GEMA PEMBEBASAN

Terbentuknya opini Islam ideologi di kalangan mahasiswa dan pergerakan mahasiswa di Indonesia.

F. BUDAYA GERAKAN GEMA PEMBEBASAN

1. Mengembangkan opini Islam ideologis yang terencana dan konsepsional secara terus-menerus.

2. Menjadikan Islam Ideologi sebagai tolok ukur dalam setiap perencanaan, kebijakan, pelaksanaan kegiatan dan interaksi di antara seluruh eksponen pendukung gerakan.

3. Pengembangan opini didasarkan pada argumentasi ideologis yang kuat, bukti dan informasi yang valid, dengan komunikasi politik yang simpatik, santun dan menggugah.

4. Kolaborasi dari para kader yang memiliki :aqidah yang mendalam, mentalitas yang tinggi, disiplin yang kuat dan terlatih dalam gerakan.

5. Menjalankan semua program dengan prinsip profesional dan memanfaatkan berbagai sarana dan teknologi yang mutakhir.

G. LAMBANG DAN MOTTO GEMA PEMBEBASAN

• Lambang resmi Gema Pembebasan

• Motto Gema Pembebasan

“ Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam”

H. JENIS KEGIATAN GEMA PEMBEBASAN

Sebagai organisasi pergerakan mahasiswa Islam Ideologis, Gema Pembebasan telah merancang berbagai jenis kegiatan dakwah baik secara rutin maupun secara insidental. Kegiatan-kegiatan Gema Pembebasan adalah diskusi, talk show, seminar yang membahas masalah-masalah aktual dan krusial dalam perspektif Islam, aksi massa sebagai respon atas isu aktual yang berkembang baik di tingkat nasional maupun lokal, selebaran (keafleat), opini ke media massa, open recruetment, Training Pembebasan (TP), focus discussion group (FGD), dan sejumlah kegiatan lainnya yang dapat mendukung pengembangan opini Islam Ideologis, pembentukan kader mahasiswa Islam ideologis dan penguatan dan pengembangan organisasi.

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...