Senin, 03 Desember 2007

Waspada Aliran Sesat

Akhir – akhir ini indonesia kembali di gemparkan dengan kemunculan aliran sesat. Kemunculan yang semangkin lama semangkin banyak. Modus yang di angkat adalah mengaku adanya nabi/rosul setelah muhammad saw. Sebut saja ahmadiyah, Al – Qiyadah, al- Qur’an Suci dan banyak lagi terbukti aliran sesat oleh MUI. Mereka melakukan ibadah yang sama sekali keluar dari islam. Mereka mengatakan bahwa Al – Qur’an tidak layak lagi sebagai panduan dalam hidup. Mereka juag mengatakan bahwa beribadah tanpa mengikuti pemimpin mereka adalah salah. Dan mereka juga mengatakan bahwa sholat lima waktu tidak lagi menjadi kewajiban umat islam lagi. Ditambah lagi sebenarnya mereka adalah agen dari barat untuk menyesatkan kaum muslimin indonesia yang paling berpotensi untuk tegakkan syariat islam dalam naungan khilafah. Hal – hal tersebut jelas – jelas menyimpang dari akidah islam.

Yang parahnya lagi adalah mahasiswa banyak menjadi korban aliaran sesat ini. Terbukti di beberapa daerah baik di Jawa dan Sumatera Barat sebagai basis gerakan ini yang tertangkap anggota aliran sesat kebanyakan dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa kembali menjadi sorotan negeri ini. Kali ini mahasiswa mendapat catatan merah baru sebagai pembawa aliran sesat, setelah banyak catatan – catatan mereh dalam perjalanan mahasiswa. Mahasiswa kembali di sudutkan dan cendrung jadi korban dalam setiap kejadian yang terjadi di negeri ini. Padahal seharusnya mahasiswa menjadi sorotan sebagai pusat intelektual yang menjadi rujukan negeri ini. Tapi kini itu tidak pernah ada pada mahasiswa. Karena memang mahasiswa sekarang tidak memakai lagi islam sebagai mainstream sebagai gerakan mahasiswa. Oleh karena itu Gema Pembebasan menyerukan kepada semua mahasiswa untuk :

1. Membentengi diri denngan akidah Islam dengan tetap memperlajari islam secara sempurna. Karena sesungguhnya datangnya aliran sesat ini adalah upaya musuh – musuh Allah, untuk menjadikan pemuda/mahasiswa negeri ini takut untuk mempelajari islam ideologi. Meraka menjadikan ini sebagai upaya mendeskreditkan islam dan menempatkan pemuda islam sebagai sasaran yang paling empuk dalam misinya. Yaitu menjadikan islam bukan sebagai ajaran yang sempurna.

2. Mahasiswa harus menjelaskan secara gamblang kepada ummat tentang islam sebenarnya. Artinya mahasiswa jangan tinggal diam diri atas kejadian yang mendeskreditkan dan menghina umat islam ini. Mahasiswa juga harus menjelaskan kepada ummat bahwa sistem Demokrasi sekarang bukanlah sitem yang menjaga akidah umat islam di Indonesia, melaikan sistem yang terbukti merusak akidah ummat islam.
3. Bersatu, bersama menjadikan agenda utama mahasiswa adalah mengembalikan kehidupan Islam dengan sistem yang sempurna. Guna menyelamatkan akidah umat Islam negeri ini. Dengan sistem islam ini akan meyelamatkan timbulnya aliran aliran sesat baru kedepannya.

Pertanda
Ketua Gema Pembebasan
Sumatera Utara
Rahmadani Umbara Lubis

Kantor
Jln. Menteng VII .No 75 F
Medan Tenggara
medan

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...