Senin, 03 Desember 2007

Pelanggaran Besar Terhadap Hak Asasi Untuk Beragama

DI DROP OUT KARENA BERBUSANA MUSLIMAH
Satu lagi peristiwa memilukan yang mencoreng wajah dunia pendidikan kita. Seorang mhasiswi berinisial ”W” dikeluarkan (Drop Out / DO) dari kampus Poltekes yang ia akui sebagai kampus yang sangat ia cintai.

Mahisiswi ”W” ini tercatat sebagai mahasiswi di Program Studi kebidanan di kampus ini. Sebelumnya ia pernah menuturkan cita-citanya yang mulia dan luhur bahwa ketika kelak ia menjadi bidan setelah menyelesaikan stuidi di Poltekes ini, ia ingin mengabdi kepada masyarakat.

Banyak wanita mengandung yang biasa ia saksikan sering dihadapkan pada masalah ekonomi saat akan menjalani proses persalinan yang biayannya begitu mahal. ”W” bercita-cita ingin membantu meringankan beban mereka dengan tidak mempersulit mereka dalam urusan biaya persalinan ini, ketika menjalankan profesinya sebagai bidan suatu saat kelak. Namun cita-citanya yang luhur itu dikandaskan oleh sebuah keputusan yang sangat diskriminatif. Ia dilarang menggunakan busana muslimah yang ia yakini.

Oleh karena pelarangan berbusana muslimah yang mengakiabtkan ”W” diputuskan DO ini bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah Islam, disamping juga tidak sejalan dengan UU Sisdiknas dan pasal 29 UUD 45 tentang hak untuk menjalankan keyakinan, maka menyikapi hal ini, kami Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebesan Kaltim, menyatakan:

1. Mengharapkan partisipasi masyarakat luas (mahasiswa, dosen, pengacara, ulama, lembaga maupun pergerakan Islam dan organisasi sosial, politik serta kemasyarakatan lainnya) untuk mendukung tuntutan diizinkannya kembali ”W” melanjutkan studinya seperti sedia kala.

2. Mendesak Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Kesehatan, serta Pemerintah Kota Samarinda untuk meminta keterangan pihak Poltekes atas keputusan yang diskriminatif tersebut.

3. Menuntut pihak Poltekes agar membatalkan keputusan DO terhadap ”W” demi menjunjung tinggi nilai-nilai substantif Tri Darma Perguruan Tinggi, serta komitmen pada Syariah Islam yang agung.

4. Meminta kewaspadaan semua pihak akan bahaya sekularisasi (pemisahan agama dari kehidupan) di bidang pendidikan yang menyusup masuk ke dunia pendidikan kita melalui gerakan terselubung yang sistematis yang tidak menghedaki nilai-nilai Islam berkembang di kampus yang mayoritasnya beragama Islam.

Samarinda, 3 April 2007

Tertanda,

Ketua Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan KalimantanTimur

Amin Yusuf


Tembusan:
1. Walikota Samarinda
2. Ketua DPRD Samarinda
3. Komisi IV DPRD Kaltim
4. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kaltim
5. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Samarinda
6. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim
7. Kepala Dinas Kesehatan Samarinda
8. Ketua MUI Kaltim
9. Ketua MUI Samarinda
10. Kakandepag Kaltim
11. kakandepag Samarinda
12. Ormas, Parpol, pergerakan dan lembaga lainnya se-Kaltim
13. Organisasi dan pergerakan mahasiswa se-Kaltim

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...